Anthony Steven

Desember 14, 2007

Sebuah Penantian.. Kristenisasi?

Diarsipkan di bawah: Interesting — by anthonysteven @ 12:34 pm

Saya mo ketawa rasanya baca postingan ini yang maaf kata menurut saya sangat amat paranoid. Masa sih, hanya sebuah tayangan saja sampai membuat orang-orang jadi kalang kabut begini?

Coba ingat-ingat, ada berapa banyak sinetron muslim di TV-TV, saya belum pernah dengar (yang sudah pernah dengar tolong kasih tahu saya :mrgreen: ), ada orang-orang dari agama lain yang lalu ketakutan dan menghimbau untuk tidak menonton acara tersebut. Lah, ini kok sekarang dibesar-besarkan?

Tayangan “sebuah penantian” tersebut bukanlah sebuah upaya Kristenisasi, karena Kristenisasi dan isasi-isasi yang lain itu mempunyai sifat memaksa. Sedangkan dalam ajaran Kristen, pemaksaan itu dilarang keras (ya memang, pada zaman-zaman kegelapan gereja iman Kristen dipaksakan, that’s why itu jadi zaman kegelapan gereja).

Saya yakin tayangan tersebut tidak akan memaksa seseorang menjadi Kristen, sama halnya film The Passion of The Christ juga tidak bisa memaksa seseorang meresapi penderitaan Kristus.

Sikap ultra-defensif terhadap sesuatu yang diluar paham kita itu kebanyakan berakhir gak sehat. Lama-lama kita bisa jadi picik dan tertutup.

God bless u all
~peace

& Komentar »

  1. yah, harap maklum mas..
    diantara seonggok butir emas, pasti ada debu..
    diantara sehelai sutera pasti ada selembar benang kapas…
    pasti ada orang yang sebegitu antipati-nya pada ajaran lain sehingga merasa hanya mereka yang benar. bagi saya pribadi “kita lho belum pernah ketemu ama Tuhan.. jadi biarkan Dia yang menentukan mana yang Benar dan mana yang salah” toh tidak semua Kristen jelek dan tidak semua Muslim bagus… banyak Kristen yang baik dan banyak pula Muslim yang Bobrok :)

    Komentar oleh agusnaim — Desember 14, 2007 @ 4:38 pm

  2. @agusnaim

    ya saya setuju dengan anda, salam kenal :mrgreen:

    Komentar oleh anthonysteven — Desember 14, 2007 @ 4:40 pm

  3. [...] Siapa yang harus waspada?Repot Amat?Sebuah Penantian.. Kristenisasi? [...]

    Ping balik oleh Hipnotis Masal - My Hope Indonesia - hahahaha « Sandy’s Blog — Desember 14, 2007 @ 4:58 pm

  4. Lucu ya mas, padahal paling-paling itu hanya sinetron biasa dan belum tentu tayang pula, tapi responnya udah segitu amat.
    Saya sendiri non muslim, tapi saat bulan puasa selalu nonton sinetron Ramadhan & beberapa sinetron jadi favorit malah, tapi tanpa pernah kuatir sedikitpun akan berkurang keimanan saya.

    Komentar oleh kabarihari — Desember 14, 2007 @ 5:45 pm

  5. Heheheee… Saya malah udah membas isu itu sebelum postingan terkait itu rilis. :lol:

    Udah lama blog saya malah jadi termpat perang. :(
    Padahal cuma mau curhat awalnya.

    God Bless U all… :D

    Komentar oleh rozenesia — Desember 14, 2007 @ 5:48 pm

  6. [...] Sebuah Penantian.. Kristenisasi? [...]

    Ping balik oleh Isu Kristenisasi via Audio Visual « r o z e n e s i a — Desember 14, 2007 @ 7:34 pm

  7. @kabarihari

    yup, sama dengan saya :mrgreen:

    @rozenesia

    God bless u 2 bro… :)

    Komentar oleh anthonysteven — Desember 14, 2007 @ 10:51 pm

  8. Gimana ga kalang kabut? klo tayangin sih blh2 aja, tp jng pake hipnotis donk ??? maklum anda bicara sprti itu, krn anda tdk tau dibalik penayangan itu. Jika caranya baik, maka orang2 tdk akan kalang kabut. Maaf jika tdk sependapat. Thanks

    Komentar oleh jay — Desember 15, 2007 @ 9:36 am

  9. Hmm.. gitu aja kok repot ya? saya juga sering kok nonton sinetron menyambut Ramadhan meskipun saya tidak ber-Lebaran :)
    Btw, pengen nonton sinetron-yang-bikin-heboh ini, tapi gak bisa :(

    Komentar oleh Winnie — Desember 15, 2007 @ 9:49 am

  10. @Jay

    Gpp, gak sependapat itu biasa. :D

    Anyway, anda tahu darimana itu pakai hipnotis? a Apa anda punya bukti?

    Dan lagi, kenapa mudah sekali menuduh kalau ada sesuatu paham di luar paham anda berhasil mempengaruhi orang lain itu karena pakai hipnotis?

    Coba dipikirkan…
    ~peace

    @Winnie

    Stujuh! :mrgreen:

    Komentar oleh anthonysteven — Desember 15, 2007 @ 9:59 am

  11. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Heboh tayangan itu menjadikan ajang promosi gratis dan membuat sebagian dari qt yang seiman (muslim) jadi penasaran “ada apa sih?”. Kalo buat saya, pindah saluran atau hapus saluran TV yang menayangkan tayangan tsb. Masih banyak program TV yang lebih bermanfaat.
    Jangan takut qt terhipnonis atau terpengaruh, toh tidak ada untungnya buat qt. Kalo dulu ada yang namanya program mie instan (masih ingat tdk?) itu adalah salah satu cara mereka melakukan kristenisasi (mencontoh orang barat “KASIH ROTI”). Jadi tidak usahlah ngebesar-besarin, malah mereka yang diuntungkan PROMOSI GRATIS (yang kaga tau malah jadi tau).

    Semoga ALLOH senantiasa merakhmati dan senantiasa memberikan qt Hidayah-NYA. Amin.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Komentar oleh Anazz — Desember 15, 2007 @ 11:14 am

  12. [...] Sebuah Penantian.. Kristenisasi? [...]

    Ping balik oleh Sebuah Penantian, Membongkar Kebobrokan Kristenisasi « Anti Kristus — Desember 15, 2007 @ 2:21 pm

  13. @Anazz
    kalo ga takut terhipnotis/terpengaruh, ngapain pindah saluran/ hapus saluran tv?

    Komentar oleh fa — Desember 15, 2007 @ 3:51 pm

  14. Saya lagi nonton FTV Sebuah Penantian itu, dan sepertinya saya telah terhipnotis :mrgreen: lalu berkomentar lagi di sini….

    Komentar oleh kabarihari — Desember 15, 2007 @ 5:10 pm

  15. FTV Sebuah Penantian pasti menjamah siapa aja, baik Kristen/Katolik dan agama apapun.
    Karena nilai2 nya universal dan real, suatu potret kehidupan dimana kita manusia banyak sekali suka menyimpan kesalahan orang. Yang mengakibatkan hidup kita pun jadi “sengsara” karena beban tersebut. Dan makanya kita semua yang pernah mengalami disakiti orang, yang seringkali orang yang terdekat dng kita, perlu pertolongan dan jamahan Tuhan.

    Semoga FTV ini menjamah kehidupan orang2 yang menontonnya, siapapun dia, apapun agamanya. Karena kasih Tuhan itu universal adanya.

    God bless you all….

    Sincerely,

    Komentar oleh Marlo — Desember 15, 2007 @ 5:45 pm

  16. waduh.. tv saya hitam putih nih.. bliin dong biar nyambung ! (hehehe.. bcanda deng!
    jgn main main api klo ga mo kebakar,, jd ya make it simple aj (jalanin aj hidup, ikutin aj peraturannya klo emang menurut anda itu bener) :)

    Komentar oleh hellogoodbye — Desember 15, 2007 @ 5:50 pm

  17. gimana?? gimana?? gimana rasanya terhipnotis?? apa yang nonton tadi pada murtad semua?? .. wakakakakaaakakakak….

    Komentar oleh sandynata — Desember 15, 2007 @ 7:02 pm

  18. Tumben RATU ADIL SATRIO PINANDITO gak ikut nimbrung tentang isu gak jelas juntrungannya ini. Tadi saya nonton filmnya kok gak ada apa-apanya ya.

    “Wuuuihhhh tong kosong memang nyaring bunyinya yakkkk!” Cape deh….

    Komentar oleh Krisnawan Putra — Desember 15, 2007 @ 9:25 pm

  19. ah, hentikan bual membual anda semua

    Komentar oleh dickhead — Desember 15, 2007 @ 10:34 pm

  20. weleh…weleh…

    Sedikit-sedikit tuduh Kristianisasi…kok gitu? Kata orang bijak, kalau orang sangat “defensif” itu tandanya sangat minder dan sangat tak percaya diri.

    Kasihan bangsaku. Rakyatnya kebanyakan minder…makanya negara makin kerdil setiap saat…wong…mayoritas rakyat tak percaya diri…susah harapkan yang baik dari orang yang tak percaya diri…

    Komentar oleh darwinsimanjorang — Desember 16, 2007 @ 3:26 am

  21. trus gimana dong tanggapannya ttg film “AZAB ILAHI” yang kaya gitu ada hipnotisnya jgua gak? ehheheh.

    aneh2 aja film agama yang gak menyindir agama lain kok disinggung. ketakutan amat dihipnotis.

    masa orang beriman,punya Tuhan takut dihipnotis. memangnya kekuatan Tuhan itu gak kurang besar dari kekuatan hipnotis.ehheheh

    Komentar oleh chyis — Desember 16, 2007 @ 10:01 am

  22. Saya kira tidak fair kalo kita melarang-larang sebuah tayangan berdasarkan isu penyebaran agama (dalam hal ini kristensisasi). Coba lihat berapa banyak sinetron yang (katanya) islami menjamur di hampir seluruh stasiun tv indonesia, umat kristen juga sebenarnya bisa saja berteriak bahwa itu islamisasi.

    Apakah karena umat islam itu mayoritas lantas bisa berkoar-koar menghakimi sebuah tayangan karena tidak seakidah dengan islam?

    Jika umat islam berdalih bahwa tayangan sinetron yang (katanya) islami tadi sebagai dakwah lalu kenapa umat kristen tidak bisa melakukan hal yang sama (baca:misi)?

    Melindungi akidah diri sendiri dan lingkungan kita itu wajib hukumnya, tapi caranya harus dewasa dan rasional donk!!!

    Koreksi diri sendiri, kenapa umat islam rentan terhadap pemurtadan? Karena imannya lemah, jika imannya lemah berarti dakwahnya gak berhasil donk, nah jika dakwahnya gak berhasil tanyain deh ke ulamanya, ngapain aja pak ustad?

    Saya termasuk orang yang tidak nonton sinetron tersebut tapi bukan karena saya takut terhipnotis atau apa, karena kebetulan sinetro tersebut bentrok dengan acara siaran langsung liga indonesia! Hidup PERSIB!!!

    Komentar oleh bobotohedun — Desember 16, 2007 @ 11:58 am

  23. Setelah aku tonton filmnya…. ternyata isinya cuma sinetron biasa dengan kualitas standar indonesia yang emang udah dari sononya kagak bermutu…..

    Komentar oleh qizinklaziva — Desember 16, 2007 @ 1:18 pm

  24. Ini indonesia brur, bkn india! Di India blh lah bnyk yg berpindah agama/ keimanan nya menjadi menipis, tp di Indonesia No!! Allah Maha Besar, tiada tuhan selain allah, nabi muhammad utusan Allah. Islam agama ku, sampai ajal menanti.

    Komentar oleh Mack — Desember 16, 2007 @ 1:24 pm

  25. @semuanya

    hmmmm……….

    Komentar oleh anthonysteven — Desember 16, 2007 @ 2:55 pm

  26. dah baca buku THE CHOICE?

    Komentar oleh anomsuratno — Desember 16, 2007 @ 3:49 pm

  27. tau tuh.. islam gitu kan..kdg2 gajelas..hhe.. JLU guys :)

    Komentar oleh christian — Desember 16, 2007 @ 4:25 pm

  28. hayo hayo pengakuan gih, yang kemaren ketakukan sapa yaaaa???… yang kemaren sore matiin tivi sapa ya??? … trus trus.. yang terhipnotis sapa ya?? … wakakakakaka…..

    bangsa yang senang paranoid! sedih saya! ….

    Komentar oleh sandynata — Desember 17, 2007 @ 8:28 am

  29. @jay
    selamat anda telah terhipnotis isu kampungan ituh..

    @mack
    wah parah.. ngerti permasalahane opo ora to? selamat anda juga telah terhipnotis :D

    Komentar oleh sandynata — Desember 17, 2007 @ 8:29 am

  30. @anomsuratno

    Sudah, ada kok di komputer saya…

    Tanggapan saya? Biasa aja, gak istimewa, pemahaman bapak Anwar Deedat terhadap kekristenan banyak yang keliru dan tidak pas.

    Ya, sudahlah…… saya maklum saja, dari dulu memang selalu ada buku-buku seperti itu

    God bless :mrgreen:

    Komentar oleh anthonysteven — Desember 17, 2007 @ 8:35 am

  31. Aku seorang muslim, aku sholat 5 waktu, tapi aku nonton ftv ini, aku penasaran setelah aku tonton ternyata biasa aja tuh sebab aku juga sering nonton sinetron2 untuk agama kristen/katolik seperti janjimu seperti fajar dan buku harian nayla ftv ini ga beda ama sinetron tsb,aku coba nonton sendiri, tidak ganti canel dan tidak sambil beraktivitas lain maksudku apa ada aura hipnotis dari film ini. Tapi ternyata ga ada tuh aura hipnotisnya, biasa aja. Adanya larangan nonton film itu ,malah buat orang penasaran pingin nonton. Bener….malah bikin promosi gratis aku sependapat……

    Komentar oleh nisa — Desember 18, 2007 @ 6:57 am

  32. “Kekristenan sebenarnya berbicara tentang kehidupan bukan tentang agama. Kehidupan berarti terdapat masalah dan bagian dari kehidupan berarti memecahkan masalah tersebut dan menghadapi masalah tersebut dengan right attitude”

    Semua agama pasti jemaatnya ngga semuanya perfect, ngga semuanya taat beribadah.. ada yg cm ikut-ikutan aja.. ada yg jg cm KTP aja.. maka dari itu tujuan penayangan myhopeindonesia itu selaen untuk mewartakan inti cerita tersebut.. itu jg untuk membuat jemaat yg hanya kristen KTP mengerti bahwa walopun bapaknya aja uda berbuat salah dan rasanya sulit bagi kita untuk memaafkan tapi anak tersebut bisa.. apalagi TUHAN kita YESUS KRISTUS.. dia jauh lebih mengasihi kita.. walopun kita sejauh apa pun dari kita, walopun kita uda banyak mengecewakan DIA tapi DIA menunggu kita untuk bertobat dan mengakui kesalahan-kesalahan kita padaNYA.. dan tentunya DIA dengan tangan terbuka akan menerima anda dan mengampuni segala kesalahan kita.. sama seperti kita meminta maaf kepada ortu kita, pasti mereka akan mengampuni kita..
    Menurut saya film itu bermaksud seperti itu.. utk menunjukkan kasih kepada kita semua..

    Ingat kita adalah seperti kitab yg terbuka, tingkah laku dan perbuatan kita bisa dibaca dan dilihat sm orang laen.. maka dari itu mari kita hidup dengan kasih, saling mengasihi 1 sama laen walopun misal kita punya masalah dengan temen kita tapi kita mau belajar respon yg bener.. kita mau berusaha mengampuni dan mengasihi dia walopun kita tahu hal itu rasanya sulit tp kita mau belajar.. BAPA kita aja uda memaafkan dosa kita yg begitu besar mengapa kita ngga bs mengampuni temen-temen kita? =)

    GOD bless!

    Komentar oleh SPK man — Desember 18, 2007 @ 10:06 am

  33. Jadi mau ikutan,
    aku emang cuma satu kali dapat sms ini, dan langsung aku forward ke temens dekat aku, adik dan kakak, yang pasti yg Kristen juga donk, kalo ke yang lain agama sih, ya ngga lah, orang jelas-jelas mengenai komunitas kita kog. Jadi kalo sampai salah sasaran yah, maklumlah kalo responnya kaya gini.

    Soal promosi, yah sudah pasti benar, waktu aku terima sms ini, dan tau siapa pengirimnya, aku juga langsung berpikir, wah RCTI promosi nih, ga ada pikiran lain (karena yang kirim adalah istri salah satu tangan kanan petinggi RCTI/MNC group), dan waktu aku nerusin sms ini, yang aku jalankan ya promo juga, walaupun ga ada untung, dan kebetulan yang aku kirim sesama XL jadi gratis lah.

    Aku sendiri juga ga sempat nonton, karena ada kesibukan lain.

    Dan waktu tadi aku kesekolah anakku, selain sms juga ada pamflet yang dipasang di sekolah, jadi ternyata ditayangkan bukan cuma tgl. 15, tapi 16 juga, dan tgl 22 nanti juga ada lagi, dengan judul lain :KOMA

    Wah, ga nyangka yah, bisa heboh antar agama jadinya, banyak banget blog-blog yang membahas soal ini, dan pertama aku dapat ketika membuka blog SURYANINGSIH, yang menurut saya provokator sejati, soalnya banyak banget tulisan di blog dia, tapi ketika comment, dia sendiri ga pernah comment lagi

    akhirnya,
    GBU
    Met Idul Adha 20 Des’07,
    Met Natal 25 Des’07
    & Tahun Baru 2008 buat semua

    Komentar oleh Meonk — Desember 19, 2007 @ 8:11 pm

  34. repot amat ah, hidup sesaat. enjoy aja……………mikirin, debat, sakit ati, ngedumel utk yg ga mutu jangan deh. lo bakal puyeng sendiri, cepat keriputan… hv fun guysssssssss

    Komentar oleh arid — Desember 20, 2007 @ 6:45 pm

  35. Apakah Km pnya Hati….jawablah dengan Hati
    Ini Mmg bukan india ttp apa anda semua lihat kondisi disekitar anda semunya udah di kristenisasi
    jangan ketawa..karenas kebodohan kita sendiri…

    Komentar oleh al_1 — Maret 21, 2008 @ 1:52 pm

  36. @al_1

    kebodohan kita?yang bodoh lo doang kali…
    ga usah pake kata ‘kita’
    tau arti kata ‘kita’ ga?
    mana pake ngelarang ketawa segala lagi..

    Komentar oleh obama item — Maret 24, 2008 @ 1:38 pm

  37. hmmmmmmmmm ……

    Komentar oleh mindhunters1 — April 9, 2008 @ 5:43 pm

  38. Salam damai sejahtera.
    Kalau Indonesia damai, maka Indonesia akan sejahtera.

    Komentar oleh Ahmad Abdul Haq — Mei 5, 2008 @ 11:26 am

  39. Gw curiga, kalo “Sebuah Penantian” memang sengaja diopinikan sebagai “kristenisasi”… yah.. semacam promosi gitu… tapi gw gak nonton, soalnya emank gak minat ama sinetron apapun..

    Komentar oleh imoRomi — Mei 5, 2008 @ 9:07 pm

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Di dukung oleh WordPress.com